Renon, Usai mendaftar sebagai calon Gubernur Bali bersama pasangannya Gusti Alit Putra, calon Gubernur Bali Gede Winasa memilih untuk tidak banyak berkomentar. Dia meminta wartawan agar lebih banyak bertanya pada tim Koalisi Kebangkitan Bali (KKB).
Read More...
[Source: Beritabali.com : Berita terkini www.beritabali.com - Posted by FreeAutoBlogger]
1 comment:
Winasa Mencaplok Tanah Umat Hindu dan Korup?
Winasa adalah sosok yang unik. Langkah-langkah yang diambilnya selama berkuasa di Jembrana selalu menghasilkan kontroversi. Tak sedikit penyimpangan yang dituduhkan padanya. Bebeberapa waktu lalu, misalnya, Forum Gerakan Jembrana (FGJ) melakukan demo ke PHDI, DPRD, dan Kejaksaan Negeri Jembrana membawa fakta-fakta “kecurangan” yang dilakukan Winasa. Mereka juga menduga PHDI telah bermain mata dengan Winasa.
FGJ, antara lain, menggugat penggunaan tanah milik PHDI (umat Hindu) yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit Dharma Sentana. Menurut mereka, hal ini merupakan bentuk perampasan sewenang-wenang yang dilakukan Winasa terhadap tanah milik umat. Pendemo malah menuduh Winasa telah mengangkangi tanah milik umat Hindu sejak tahun 1987. Karena itu, mereka pun memancangkan papan bertuliskan “Tanah Milik Umat Hindu” di lokasi RS Dharma Sentana itu.
Selain persoalan perampasan tanah millik umat itu, Winasa juga dituduh melakukan mark up pembelian mesin dalam proyek “Air Megumi”. Mereka menyatakan, ada tiga dugaan penyimpangan dalam proyek itu.
Pertama, dugaan adanya penyimpangan atas pengadaan mesin yang tidak sesuai dengan Kepres yang berlaku.
Kedua, mesin yang dibeli itu merupakan mesin bekas yang dibeli dengan harga Rp 6,1 miliar. Itu harga yang sangat tidak pantas. Mereka membuktikan, faktur pembelian nyata-nyata mengatakan bahwa mesin itu merupakan mesin bekas.
Ketiga, ada dugaan kolusi. Sebab, anak Winasa bernama Patria, adalah salah satu direktur PT Dairin di Indonesia yang menjadi pemasok mesin bekas itu.
Pendemo juga menuduh Winasa melakukan pembukuan APBD ganda. Mereka mengemukakan fakta, pembukuan APBD ganda itu dibuat bertanggal sama, mencantumkan sumber pendapatan dan pengeluaran yang sama, tetapi pos-pos dan sub-sub pembelanjaan berbeda.
Post a Comment